Mendahulukan orang lain adalah sikap mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri ketika memungkinkan. Dalam Islam, sikap ini dikenal sebagai itsar, yaitu rela berbagi dan membantu meskipun diri sendiri juga membutuhkan. Sikap ini menunjukkan kepedulian, keikhlasan, dan rasa persaudaraan yang kuat.
Dalam perspektif Al-Qur’an dan hadits, mendahulukan orang lain merupakan akhlak yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 9:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
Artinya, “Mereka mengutamakan orang lain meski diri mereka kesulitan juga.”
Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu dilakukan saat kita berkelebihan. Justru nilai yang lebih besar muncul ketika seseorang tetap mau berbagi walaupun dirinya juga sedang membutuhkan.
Para ulama memandang sikap mendahulukan orang lain sebagai salah satu bentuk akhlak terpuji yang mencerminkan keimanan dan kasih sayang. Sikap ini dapat mempererat hubungan antarmanusia serta mengurangi sifat egois dalam diri.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini bisa diterapkan dengan banyak cara. Di keluarga, misalnya dengan mengalah kepada saudara atau membantu orang tua terlebih dahulu. Di kampus, bisa dengan meminjamkan catatan kepada teman yang membutuhkan atau memberi kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapat. Di masyarakat, sikap ini terlihat saat membantu tetangga, berbagi rezeki, atau mendahulukan orang yang lebih membutuhkan. Dari hal-hal sederhana tersebut, tercipta lingkungan yang lebih peduli, rukun, dan penuh kebersamaan.