{"id":32,"date":"2026-05-14T07:31:54","date_gmt":"2026-05-14T07:31:54","guid":{"rendered":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32"},"modified":"2026-05-18T10:07:24","modified_gmt":"2026-05-18T10:07:24","slug":"nadiem-makarim-dan-tuntutan-18-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32","title":{"rendered":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun"},"content":{"rendered":"\n<div data-wp-context=\"{ &quot;autoclose&quot;: false, &quot;accordionItems&quot;: [] }\" data-wp-interactive=\"core\/accordion\" role=\"group\" class=\"wp-block-accordion is-layout-flow wp-block-accordion-is-layout-flow\">\n<div data-wp-class--is-open=\"state.isOpen\" data-wp-context=\"{ &quot;id&quot;: &quot;accordion-item-1&quot;, &quot;openByDefault&quot;: false }\" data-wp-init=\"callbacks.initAccordionItems\" data-wp-on-window--hashchange=\"callbacks.hashChange\" class=\"wp-block-accordion-item is-layout-flow wp-block-accordion-item-is-layout-flow\">\n<h3 class=\"wp-block-accordion-heading\"><button aria-expanded=\"false\" aria-controls=\"accordion-item-1-panel\" data-wp-bind--aria-expanded=\"state.isOpen\" data-wp-on--click=\"actions.toggle\" data-wp-on--keydown=\"actions.handleKeyDown\" id=\"accordion-item-1\" type=\"button\" class=\"wp-block-accordion-heading__toggle\"><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-title\">Ketika Korupsi Pendidikan Dipandang Lebih Berat dari Sekadar Angka<\/span><span class=\"wp-block-accordion-heading__toggle-icon\" aria-hidden=\"true\">+<\/span><\/button><\/h3>\n\n\n\n<div inert aria-labelledby=\"accordion-item-1\" data-wp-bind--inert=\"!state.isOpen\" id=\"accordion-item-1-panel\" role=\"region\" class=\"wp-block-accordion-panel is-layout-flow wp-block-accordion-panel-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dirinya dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Dalam pernyataannya usai sidang, Nadiem mengaku \u201csakit hati\u201d dan mempertanyakan mengapa tuntutan terhadap dirinya disebut lebih besar dibanding beberapa pelaku pembunuhan maupun terorisme. Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan luas di tengah masyarakat mengenai ukuran keadilan dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus yang menjerat Nadiem berkaitan dengan proyek pengadaan laptop Chromebook untuk kebutuhan digitalisasi pendidikan nasional. Program tersebut pada awalnya dirancang sebagai upaya mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi, terutama setelah pandemi Covid-19 mendorong pembelajaran daring di berbagai daerah. Namun, dalam prosesnya, proyek bernilai triliunan rupiah itu diduga mengalami penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Jaksa menilai terdapat unsur penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa. <a href=\"https:\/\/video.kompas.com\/watch\/1929867\/sakit-hati-dituntut-18-tahun-penjara-nadiem-kenapa-lebih-besar-dari-pembunuh-dan-teroris?utm_medium=Referral&amp;utm_campaign=AIML_Widget_Desktop&amp;utm_source=chatgpt.com\">Video Kompas.com tentang pernyataan Nadiem<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sakit Hati Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem: Kenapa Lebih Besar dari Pembunuh dan Teroris?\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rH8x9hGYRKE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan Nadiem yang membandingkan tuntutan korupsi dengan hukuman pelaku pembunuhan dan terorisme memperlihatkan adanya keresahan terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia. Di satu sisi, sebagian masyarakat merasa tuntutan 18 tahun terlalu berat, terutama karena Nadiem selama ini dikenal sebagai figur pendidikan dan inovasi digital. Akan tetapi, di sisi lain, banyak pula yang menilai korupsi di sektor pendidikan memiliki dampak sosial yang sangat luas. Korupsi pendidikan tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga dapat menghambat akses dan kualitas pendidikan jutaan siswa di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks hukum, besarnya tuntutan pidana tidak selalu ditentukan oleh jenis kejahatan semata, melainkan juga mempertimbangkan nilai kerugian negara, dampak sosial, posisi pelaku, serta unsur pemberatan lainnya. Korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik sering kali dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah masyarakat. Karena itu, penegak hukum kerap memberikan tuntutan tinggi sebagai bentuk efek jera dan simbol keseriusan negara dalam memberantas korupsi, terlebih jika kasus tersebut menyangkut sektor strategis seperti pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kasus ini memperlihatkan bahwa isu korupsi masih menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia. Publik tidak hanya menyoroti proses hukumnya, tetapi juga mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan proyek pendidikan bernilai besar dapat berjalan. Perdebatan mengenai keadilan hukuman juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin kritis terhadap transparansi penegakan hukum. Kini, keputusan akhir berada di tangan majelis hakim yang nantinya akan menentukan apakah tuntutan tersebut sesuai dengan fakta persidangan dan rasa keadilan masyarakat. <\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dirinya dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Dalam pernyataannya usai sidang, Nadiem mengaku \u201csakit hati\u201d karena tuntutan terhadapnya dinilai lebih berat dari pelaku pembunuhan dan teorisme. Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan luas karena masyarakat mempertanyakan ukuran keadilan dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus yang menjerat Nadiem berkaitan dengan proyek pengadaan laptop Chromebook untuk kebutuhan digitalisasi pendidikan nasional. Program itu awalnya mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi setelah pandemi Covid-19 guna mendorong pembelajaran daring. Namun, dalam prosesnya, proyek bernilai triliunan rupiah itu diduga mengalami penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Jaksa menilai bahwa terdapat unsur penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa. <a href=\"https:\/\/video.kompas.com\/watch\/1929867\/sakit-hati-dituntut-18-tahun-penjara-nadiem-kenapa-lebih-besar-dari-pembunuh-dan-teroris?utm_medium=Referral&amp;utm_campaign=AIML_Widget_Desktop&amp;utm_source=chatgpt.com\">Video Kompas.com tentang pernyataan Nadiem<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sakit Hati Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem: Kenapa Lebih Besar dari Pembunuh dan Teroris?\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/KUEEK44ksA0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube: Kompas.com<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan Nadiem yang membandingkan tuntutan korupsi dengan hukuman pelaku pembunuhan dan terorisme menunjukkan keresahan terhadap penegakan hukum di Indonesia. Di satu sisi, sebagian masyarakat menilai tuntutan 18 tahun terlalu berat karena Nadiem dikenal sebagai figur pendidikan dan inovasi digital. Akan tetapi, di sisi lain, banyak pula yang menilai korupsi di sektor pendidikan memiliki dampak sosial yang sangat luas. Korupsi pendidikan tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga dapat menghambat akses dan kualitas pendidikan jutaan siswa di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, besarnya tuntutan pidana tidak hanya ditentukan jenis kejahatan, tetapi juga kerugian negara dan dampak sosial. Korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik sering kali dipandang sebagai bentuk pengkhianatan karena merusak amanah masyarakat. Karena itu, penegak hukum kerap menuntut pelaku korupsi dengan tuntutan tinggi untuk memberi efek jera, terutama di sektor pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kasus ini memperlihatkan bahwa isu korupsi masih menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia. Publik tidak hanya menyoroti proses hukumnya, tetapi juga mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan proyek pendidikan bernilai besar dapat berjalan. Selain itu, perdebatan mengenai keadilan hukuman juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin kritis terhadap transparansi penegakan hukum. Kini, majelis hakim tinggal menentukan apakah tuntutan itu sesuai fakta persidangan dan rasa keadilan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dirinya dituntut 18 tahun penjara<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[10,14,11,8,9,13,12,15],"class_list":["post-32","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-feature-news","tag-chromebook","tag-dugaan","tag-kasus","tag-korupsi","tag-laptop","tag-nadiem-makarim","tag-penjara","tag-tuntutan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BILIK CERITA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-14T07:31:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-18T10:07:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576\"},\"headline\":\"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun\",\"datePublished\":\"2026-05-14T07:31:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T10:07:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32\"},\"wordCount\":729,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg\",\"keywords\":[\"chromebook\",\"dugaan\",\"kasus\",\"korupsi\",\"laptop\",\"nadiem makarim\",\"penjara\",\"tuntutan\"],\"articleSection\":[\"Feature News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32\",\"name\":\"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-05-14T07:31:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T10:07:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576\"},\"description\":\"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"sumber foto: BBC\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?p=32#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/\",\"name\":\"BILIK CERITA\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/dava.redakc.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA","description":"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA","og_description":"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.","og_url":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32","og_site_name":"BILIK CERITA","article_published_time":"2026-05-14T07:31:54+00:00","article_modified_time":"2026-05-18T10:07:24+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/#\/schema\/person\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576"},"headline":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun","datePublished":"2026-05-14T07:31:54+00:00","dateModified":"2026-05-18T10:07:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32"},"wordCount":729,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg","keywords":["chromebook","dugaan","kasus","korupsi","laptop","nadiem makarim","penjara","tuntutan"],"articleSection":["Feature News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32","url":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32","name":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun - BILIK CERITA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg","datePublished":"2026-05-14T07:31:54+00:00","dateModified":"2026-05-18T10:07:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/#\/schema\/person\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576"},"description":"Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah dituntut 18 tahun penjara.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#primaryimage","url":"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dava.redakc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/32acde00-4eab-11f1-92a2-156bc6ac560f.jpeg","width":640,"height":360,"caption":"sumber foto: BBC"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/?p=32#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dava.redakc.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nadiem Makarim dan Tuntutan 18 Tahun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/#website","url":"https:\/\/dava.redakc.com\/","name":"BILIK CERITA","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dava.redakc.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dava.redakc.com\/#\/schema\/person\/94a234983ed5b9b5c30644e987907576","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53ddacc7872fdd46dc46a65f8ba12ea60b964179ef2bf70b0d8bb484fcd1109d?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/dava.redakc.com"],"url":"https:\/\/dava.redakc.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32\/revisions\/38"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/30"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dava.redakc.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}